17.19

Untuk semua penulis, terima kasih sudah menciptakan buku. Terkhusus kepada penerbit juga. Sehingga setiap cerita bisa dikemas dan dipeluk. Sebenarnya menurutku bukan hanya buku saja, artikel atau cerita yang dipublikasikan di platform juga sangat menyenangkan untuk dipahami. Aku senang hidup di dunia, karena ada buku...
Namun tidak juga sih. Sebab banyak hal menyenangkan lainnya yang tidak bisa dipungkiri. Aku kira hidup sama seperti di buku-buku (novel) yang sering kubaca. Ada pangeran berkuda, raja-raja berjubah, penyihir, pohon emas dengan ujung daun digelayuti bintang, dan sebagainya.
Sehingga ketika melihat orang berhidung mancung, aku jadi berpikir bahwa ia banyak berbohong. Jadilah hidungnya panjang (aku tidak bermaksud apa-apa, ini perasaanku sewaktu masih belum paham apa-apa). Seiring berjalannya waktu, kehidupan perlahan-lahan membawaku meninggalkan "dunia" yang dicaptakan orang tuaku.
Semata agar aku terhindar dari kasus pelecehan dan penculikan anak (ini memang menggemparan dan membuat para orang tua memutar otak supaya anak mereka betah di rumah, aku sendiri pernah diculik sewaktu pulang sekolah mungkin nanti aku ceritakan di tulisan lain). Jadilah bapakku mengajakku pergi ke sebuah toko.
Toko mainan, Bapakku memilihkan boneka, kostum cinderella bahkan menyuruhku menyelesaikan puzzle dalam waktu sepekan dan Bapak akan menghadiahkan apa pun yang aku mau. Kenapa dulu aku ga minta liat aurora di ujung dunia ya. Sudahlah...
Aku lebih memilih meminta untuk masuk ke negeri dongeng terinspirasi darai buku bacaanku, dan Bapakku tertawa seraya membeberkan fakta sesungguhnya ala orang dewasa. "Itu tidak bisa kris" Dan aku menolak atas tawaran Bapak. 
Akhirnya kupilih buku dongeng anak-anak. Yang sekarang sudah lenyap entah ke mana, entah di makan rayap atau mungkin terbuang, bisa jadi masih tersimpan dan aku lupa meletakannya. Kemudian aku sekarang sedang duduk di loteng membaca novel yang ditulis oleh Paman Raditya Dika (Om/ Mas menurutku tidak cocok apalagi menyebut nama langsung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sebab Tuhan adalah perancang terbaik

Rak Sepatu yang Sama

'diriku'