harapan konyol
Aku terbiasa mendengarnya. Aku bisa menahannya. Kau tahu kenapa? Karena aku membiarkannya aku dengan sengaja membentuknya. Untuk mereka orang-orang asing itu. Tapi kamu bukan orang asing. Setidaknya itu yang aku harapkan. Saat kamu mengatakan hal yang sama dengan mereka itu rasanya berbeda. Karena aku harap kau mengerti. Aku harap kau mengenalku.
Rasanya berbeda karena aku sedikit menaruh harap padamu. Aku sedikit berharap aku mempercayaimu.
Rasanya berbeda karena begitu kalimat itu keluar dari mulutmu aku merasa bahwa mungkin kita tidak pernah sedekat yang aku bayangkan. Rasanya berbeda saat mereka mengatakannya aku tidak merasa hal sepeti saat aku melihat bagaimana aku menutup mata terhadap semua yang telah aku raih, semua yang aku lakukan, semua yang aku putuskan, semua yang aku korbankan.
Ketika mereka mengatakannya aku tidak merasa wajahku disobek dengan hebatnya hingga air mata itu terasa pedih di wajahku. Aku sempat berharap bahwa setidaknya kau tahu seperti apa aku. Setidaknya berikan aku alasan mengapa aku perlu memberimu kembali rasa hormatku karena dirimu yang penuh ego dan rasa sombong itu terlihat lebih menjijikan dari bayangan yang coba aku hapus tentangmu.
Itu menjijikan melihatmu adalah sosok yang tidak sungkan merendahkan orang lain untuk terlihat lebih baik. Memotret hidupmu sengsara karena orang-orang yang ada di sisimu, saat mereka punya seribu alasan untuk pergi. Kemudian meneriaki mereka sebagai orang-orang bodoh saat kamu adalah orang yang selalu jatuh ke lubang yang sama.
Memperlakukan orang lain dengan hal-hal yang akan membuat dirimu sendiri merasa terhina karena benci diperlakukan sedemikian. Lalu dengan tidak tahu malunya bertanya-tanya mengapa bencana menimpa hidupmu. Hatiku terluka dan aku tidak melihat diriku bisa memaafkanmu. Tidak, justru salahku. Aku tidak bisa memaafkan dirikku atas harapan-harapanku. Namun, demi Tuhan kau adalah sosok yang pernah aku pandang dengan kepala mengadah. Demikian, sekali lagi aku tidak mampu membawa dirik mengatakan semua ini padamu.
Komentar
Posting Komentar